Pernahkah
kalian lelah untuk menjelaskan sesuatu ttg dirimu kepada orang lain ? jika iya
, sudah berapa kali kamu menemukan dirimu sendiri telah membuang-buang waktu ?
.tak percaya memang , tapi sesuatu itu seharusnya sudah tak kau jelaskan lagi
pada siapapun .. karena yang akan mengerti hanya kamu sendiri .
Soal
pacaran misalnya .. berulang kali pertanyaan ini muncul “kamu kok nggak pacaran
? kamu ngga pingin punya pacar ya ? ,lalu “kalo kamu ngga pacaran gimana mau
nikah ? “ Ya Allah gusti … sungguh ,ujianmu untuk menaikkan derajat hamba ini
teramat berat J
. apakah aku harus menjawab “ ya .. aku sudah ngga pacaran ,bukankah didalam
islam pacaran itu dilarang ? dan termasuk perbuatan zina ? “ dan jawaban-jawaban
lainnya yang bisa saja saya jadikan bumerang kepada si penanya ini . jadi begini .. saya
menilai bukan bagaimana pacarannya, bukan bagaimana maksiatnya , bahkan juga
bukan tentang status jomblo saya . tapi lebih kepada “maaf ,saya hanya mencoba
untuk taat” .yang lebih saya khawatirkan lagi , ketika sudah saya jelaskan
panjang lebar bagaimana larangan ini dan itu , bagaimana syariat ini dan itu
ternyata kita tidak dalam pemahaman yang sama . lalu mereka merasa tersinggung
, merasa digurui , bukankah lisan ini yang akan menggores tali silaturahmi kita
? .Terkadang memang benar , lebih baik menjawab seadanya saja , menjawab yang
sesuai dengan “pemahaman” mereka . “jodohnya belum datang tuh “ “si oppa lagi
mudik kekorsel belum pulang2” hahaha .
Semenjak
saya memutuskan untuk taat , saya mencoba untuk mengurangi semua
kebiasaan-kebiasaan buruk bahkan ingin
sekali meninggalkan tentang apapun yang tidak baik . tapi apakah teman-teman
dan keluarga paham akan apa yang saya kerjakan ? tentu tidak . mereka menganggap
ini hanya proses yang belum tentu akan saya kerjakan dengan bersungguh-sungguh.
memang .. saya melakukannya satu persatu , setiap hari , setiap detik ,
tanjakan demi tanjakan , setiap tetesan airmata dan doa .oleh sebab itu ..
bukankah sangat melelahkan jika harus menjelaskan semuanya tentang dirimu
kepada mereka ?
fokus saja kepada proses memperbaiki diri .
iya .. diri sendiri .
